Diary

Drama Tengah Malam

Sungguh tak menyangka kejadian ini pernah terjadi dalam hidupku. sebut saja saat itu adalah malam yang indah. karena seingatku, malam itu begitu cerah tanpa hujan. hanya saja dingin malam yang tak bisa dielakkan telah membius tulang secara diam-diam. membuat setiap jiwa yang terlelap rela bersembunyi dibalik selimutnya. denting suara jam dindingpun semakin terdengar saja. menggambarkan betapa sunyinya malam tersebut. malam sudah semakin larut, tak lama lagi jarum jam akan mengarah di angka 12. siapa yang senang bila kenikmatan tidurnya terganggu? yang pasti bukan aku dan bukan juga kalian. orang sedang asyik-asyiknya bertualang di alam mimpi. kenapa harus terbangun jika belum waktunya? hehe tiba-tiba saja, Tanteku memanggil namaku dengan suara lirih sambil menepuk-nepuk pundakku. “Teh, teh, teh..” begitu katanya. akhirnya akupun terbangun, masih dalam keadaan ngantuk dengan mata yang masih super sipit. “Iya, ada apa bunda?” begitulah ku memanggil tanteku. aku telah menganggapnya seperti orang tuaku sendiri. Tanteku langsung menarik pergelangan tanganku. akupun ikut bersama beliau menuju suatu tempat dimana ia akan berhenti menarik tanganku. sampailah disuatu titik koordinat yang membuatku semakin bertanya-tanya. “depan kamar mandi?” batinku sendiri. “iya, ada apa Bunda?” tanyaku sekali lagi. tanpa basa-basi tanteku membukakan pintu kamar mandi tersebut untuk memperlihatkan sesuatu padaku.
Kelopak mata yang semula masih separuh ngantukpun berubah menjadi terbelalak. Resolusi 256 Megapixel kelopak mata yang dianugerahi Tuhan, sudah lebih dari cukup untuk membuatku tersadar dengan apa yang kulihat dengan jelas. ini benar-benar bukan senda gurau. makhluk berwarna kecokelatan tanpa kaki itu merayap dengan anggun di lantai kamar mandi. mengerikannya adalah tanteku memohon-mohon secara paksa padaku agar aku menyingkirkan makhluk itu. Alamak, gimana bisa? wong aku juga takut sama makhluk itu x_x kejadian ini terjadi sekitar pertengahan tahun 2008 dimana tanteku masih suka menghabiskan sisa malamnya untuk menonton film korea. kalau nggak salah nih ya, film korea yang ditonton saat itu berjudul My Sassy Girl Chun Hyang. pasti korean lovers udah hafal sama tuh film. saking asyiknya nonton, jadinya tanteku ini menunda-nunda waktu shalat isya. malangnya, ketika hendak shalat dan mengambil wudhu. terlihatlah penampakkan makhluk bernama “Limus Sakeureut” dalam istilah Sunda. sejenis lintah yang tidak pernah ku ketahui nama latinnya.

Cover Film Sassy Girl Chun-Hyang
Buat yang mau lihat penampakkan Limus Sakeureut, langsung aja klik disini ya. aku tak sanggup menguploadnya ke dalam sebuah postingan hihi. Sebenarnya untuk mengatasi Limus Sakeureut ini tidak terlalu sulit. cukup bermodalkan keberanian dan taburan garam. seketika Limus Sakeureut akan langsung mengerut tak berdaya. masalahnya disini adalah tanteku inginnya tidak hanya itu. tapi juga ingin Limus Sakeureut itu dijauhkan dari pandangan matanya. dalam artian, dibawa ke tempat jauh yang tidak terjangkau mata. berita buruknya, kandidat yang terpilih untuk melakukannya adalah aku. sosok makhluk hidup yang sedang tertidur pulas di malam yang dingin. berulang kali katakan tidak mau. tetap saja tidak membuat tanteku bergeming untuk menghentikan niatnya mengorbankan aku. #eaaa hingga aku berderai air matapun tetap saja tak didengar.  *memalukan* dengan sedikit taktik jitu tanteku menjual kata “pengorbanan”. katanya, “Ayolaah… demi Bunda. ini bunda belum shalat isya. nanti kalo udah diambil Limus Sakeureutnya, teteh boleh tidur lagi” akupun lelah berargumen terlalu lama dengan tanteku. akhirnya, ku beranikan diri untuk menyingkirkan Limus Sakeureut dengan sapu injuk meski masih dengan derai air mata yang tersisa :p aku berusaha membawa Limus Sakeureut itu dengan hati-hati. bahaya kalau sampai terjatuh ketika sedang diperjalanan keluar dari kamar mandi. eskpresi wajahku yang ngga banget malah mengundang tawa dari tanteku. tanpa ada rona bersalah, setelah tertawa puas. tantekupun dengan bangganya lenggang kangkung menuju kamar mandi untuk berwudhu. keesokan harinya, semua para pegawai tahu kejadian ini. tanteku bercerita pada semua orang tentang kejadian spektakuler tadi malam. aku sih berharap setelah cerita memalukanku disebarluaskan, aku bisa langsung mendapatkan piala oscar atas keberanianku menyingkirkan Limus Sakeureut wkwkk :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.