Puisi

Jendela

Jendela
Aku lihat kau bertengger disana
Bersama elegi malam yang pemalu
Melihatmu menjadi candu
Aku lihat ada bayang-bayang kelam
Menyeruak namun tak ingin terusik
Oh, tidak! Langit masih tergantung disana
Sementara dalam diam kau disini
Entah apa yang baru saja kau bisikkan pada langit
ia terkantuk-kantuk mengangguk
“tolong sampaikan ya”
Begitu katanya
  

Bandung, Januari 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.