Diary

Ketika Hijab Menjadi Dilema

Beberapa bulan yang lalu, teman saya membagikan sebuah link di facebook yang pada akhirnya membuat sisi lain dalam hati saya terketuk. sebuah link yang berisi tulisan dari seorang pengguna tumblr. tulisan tersebut menceritakan tentang dilemanya seseorang yang menggunakan hijab. menurut saya, tulisan ini bagus sekali. saya pun tertarik untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.
Ceritanya diawali dari percakapan antara dua orang muslimah.
A     : Itu sangat menggangguku dimana dewasa ini muslimah-muslimah menjadi sangat bebal.
        : Nabi Muhammad SAW menyeru pada mereka untuk tidak menggunakan pakaian pada
        : umumnya, Allah juga memerintahkan mereka untuk tidak menampilkan “perhiasan” dan juga tidak 
        : untuk terlibat dalam hubungan dengan pria. Aku tidak mengerti mengapa itu sangat sulit bagi
        : seseorang untuk menaatinya! Padahal jika kamu tidak mempercayai satu kata dari Allah maka sama
        : saja kamu tidak mempercayai semua kata-kata-Nya secara keseluruhan. aku benar-benar terganggu
        : sekarang.
B     : Saudaraku, aku tahu kamu terganggu dan barangkali marah juga. mari kita tenangkan diri dan
        : mengambil sebuah momen untuk merefleksikan beberapa hal.
        : Saudaraku, terkadang aku merasa sedikit terganggu ketika aku melihat wanita-wanita di sekitarku
        : menggunakan pakaian yang terbuka. khususnya, ketika aku sedang bersama suamiku. Namun di
        : waktu yang sama, aku juga membuat sebuah do’a kecil untuk mereka. “Semoga Allah
        : menganugerahkan hidayah kepada mereka untuk berubah dan menjadi muslim yang lebih baik.”

Hanya Karena kita menggunakan hijab dan menutup aurat, tidak menjadikan kita muslim yang sempurna. dan itu juga tidak melindungi kita dari api neraka sama sekali.
Hanya karena seseorang itu menggunakan pakaian terbuka yang tidak dapat diterima secara islam, kita tidak boleh berfikir bahwa mereka lebih rendah dari kita secara spiritual.
Mereka mungkin memiliki satu kekurangan yang ditampilkan dan kita memiliki banyak kekurangan yang disembunyikan.
Sesuatu bisa jadi terlihat buruk di mata kita, Padahal bisa jadi Allah melihat mereka tidak demikian.
Bukan urusan kita untuk mengatakan “Jika seseorang tidak mempercayai satu kata dari Allah, dia sudah tidak mempercayainya secara keseluruhan.”
Kita tidak bisa menyangkal bahwa tidak ada satupun dari kita yang sempurna. kita tidak bisa menaati perintah Allah 100% kita semua tidak sempurna.

B     : Aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu, tapi dengan kamu menghakimi seseorang
        : Itu juga pertanda bahwa kamu tidak sempurna. tapi disini Allah mengatakan bahwa ia adalah Maha
        : Pengampun dan maha memaafkan.

Allah menginginkan kita untuk secara terus menerus berusaha menjadi lebih baik, bukan sempurna tapi lebih baik.
Mengkritik tidak akan mengubah apapun. faktanya, jika kita menjadi tukang kritik. kita menjauhkan orang-orang dari kebenaran. Masing-masing dari kita seharusnya membantu mereka dengan mendo’akan mereka dan diri kita sendiri.
Seseorang bisa berubah kapanpun dan ingat, Allah adalah maha pembolak balik hati seseorang. untuk menjadi muslim yang baik seharusnya kita memahami dan memaafkan
Dan yang paling penting, kita harus tenang. Semoga Allah memberi kemudahan bagi kita, Insya Allah. Semoga Allah memantapkan kita dalam kebenaran dan menguatkan iman kita. Aamiin.

Sumber tulisan dan foto : 
http://adi-fitri.tumblr.com/post/89024138434/just-because-we-wear-the-hijab-and-cover-up-does 
http://google.com
Semoga Bermanfaat.
Widya Herma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.