Story

5 Sifat Kekanak-kanakkan Yang Seringkali Dilakukan Orang Dewasa

Lebih senior dari segi umur belum tentu tidak berfikir dan bertindak seperti Junior. Ini merupakan problem yang seringkali menghantui kebanyakan orang termasuk saya sendiri. Tulisan ini sebenarnya bertujuan untuk melakukan refleksi diri juga.
Ketika tulisan ini dibuat, saya menyadari betul bahwa citarasa kekanak-kanakkan sudah tertinggal jauh di masa lalu. Namun seiring berjalannya waktu, mau disadari atau tidak. Selalu ada 5 Sifat Kekanak-kanakkan Yang Seringkali Dilakukan Orang Dewasa Termasuk Saya.

1. Egois
Yap, Egois atau istilah mementingkan diri sendiri adalah bagian dari sifat kekanak-kanakkan. Kenapa disebut kekanak-kanakkan? Karena bila kita menelisik serta menerawang lebih dalam lagi, kebanyakan anak – anak adalah orang yang memikirkan dirinya sendiri. Misalnya, Dia merengek dan meronta – ronta minta dibelikan Mainan Anak yang diinginkannya. Tidak peduli mau orangtuanya punya uang atau tidak.
5 Sifat Kekanak-kanakkan Yang Seringkali Dilakukan Orang Dewasa
Dan sifat egois ini dapat melanda orang dewasa tapi dengan konteks yang berbeda. Ini bukan soal mainan tapinya. Misalnya saja, mementingkan diri sendiri. Yang penting gue happy ga peduli orang itu mau susah atau gimana. Gitu istilahnya.

2. Suka Mengeluh
Suka mengeluh ini sebenernya identik dengan kata Rewel. Ya, perasaan suka mengeluh ini sangat dimiliki oleh anak – anak terlebih lagi ketika merasa tidak nyaman. Misalnya, seorang anak ingin Spaghetti namun karena ceritanya di warung ga ada spagetti malahan adanya mie guri mie. Kemudian dia ngomel – ngomel dan tidak bersyukur.
3. Materialistis
Coba inget – inget lagi ketika masih anak – anak suka dirayu dengan materi. Contohnya, kalo tamat puasa nanti dikasih hadiah atau kalo dapet ranking 1 dikasih hadiah. Dll. Memang hal itu ga salah kalo pada awalnya orang tua hanya ingin memberikan penghargaan pada anaknya atas perjuangannya. 
Namun, berbeda kalo setelah dewasa masih selalu menganggap bahwa penghargaan selalu berkenaan pada materi. Karena pada dasarnya ada nilai yang lebih tinggi daripada materi yaitu nilai terpuji. Orang dewasa seharusnya lebih memperbaiki niatnya dalam melakukan sesuatu atas dasar nilai terpuji jikalau pada akhirnya dapat materi. Katakan saja itu sebagai bonus. hehehe
4. Manja
Ingin selalu mendapatkan situasi yang nyaman dan menyenangkan. Semua permintaannya ingin selalu dikabulkan. Sifat manja ini bisa dikategorikan sebagai lawan kata dari sifat Mandiri.  Walau kedua kata tersebut sama – sama berawalan dari huruf ‘M’ namun mereka berdua adalah dua padanan kata yang saring berlawanan. Mohon dicamkan ya!

5. Tidak Bertanggungjawab
Sifat ini termasuk ke dalam sifat kekanak – kanakkan. Misalnya saja, ketika seorang anak bermain dan mengacak – acak mainannya. Kemudian setelah selesai bermain dia tidak membereskan mainannya seperti semula. Penyebab hal ini ada dua macam, apakah seorang anak itu tidak mengetahui Apa itu Tanggungjawab atau ia tidak mau bertanggungjawab.
Jika kita telah amanahkan anak kita untuk membereskan mainannya namun ia tidak melakukannya, sudah pasti dia tidak bertanggunag jawab. Sama halnya, seperti orang dewasa yang harus bertanggungjawab atas dirinya sendiri.
Ketika mendapatkan sebuah amanah yang manakala harus dikerjakan namun ia mengabaikan itu sama saja dengan tidak bertanggung jawab.
Nah, demikian 5 Sifat Kekanak-kanakkan Yang Seringkali Dilakukan Orang Dewasa. Kalo kamu masih begitu hingga saat ini. Berarti kamu sungguh terlalu! Tulisan ini hanya dimaksudkan untuk refleksi diri. Maaf jika kurang berkenan dengan pola fikir pembaca. Selamat mendewasakan dirimu wahai penduduk bumi. Aku, kamu, kita, mereka, kalian adalah orang – orang yang tentu dapat memilih kedewasaan dalam hidupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.