Review

Fungsi Serta Kelebihan Anemometer Analog Dan Digital

Widyaherma.com – Hayooo penasaran kan, sama anemometer? Anemometer sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni anemos yang berarti angin. Jadi, alat ini tak lain dan tak bukan adalah untuk mengukur kecepatan angin. Pada artikel ini akan dibahas mengenai anemometer digital dan analog, simaklah ulasannya dibawah ini :

1. Pengenalan Apa Itu Anemometer

Anemometer adalah sebuah alat ukur untuk mengukur kecepatan angin, badan meteorologi dan geofisika atau BMKG Indonesia menggunakan anemomter untuk prakiraan cuaca.

Anemometer terdiri dari beberapa jenis, jenis dari anemometer terbagi kepada 2 cara ukur, pertama jenis anemometer yang diukur berdasarkan kecepatan angin, kedua anemometer yang diukur berdasarkan tekanan angin.

Berdasarkan cara kerjanya saat ini terdapat 2 jenis anemomoter yaitu anemometer digital dan anemometer analog (manual), terdapat perbedaan harga jual anemometer digital dan analog.

2. Fungsi Anemometer

Anemometer memiliki fungsi utama mengukur kecepatan angin, namun selain itu terdapat pula 3 fungsi lainnya yaitu :

• Memperkirakan tinggi dari gelombang laut
• Memperkirakan keadaan cuaca
• Memperkirakan kecepatan arus, serta arah arus laut.

Terdapat dua jenis anemometer yaitu anemometer analog dan digital. Ingin tahu kelebihannya? silakan dilanjut bacaannya sampai selesai ya hehehe

1. Anemometer Analog

Pada awalnya pengukuran kecepatan angin menggunakan sistem analog atau manual. meski sudah terdapat anemometer digital, anemometer analog masih digunakan, harga jual anemometer jenis ini cukup bervariasi bergantung pada perusahaan yang memproduksinya. sistem anemometer analog ini memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan Anemometer Analog

  • Anemometer analog dapat menerima angin dari arah manapun
  • Anemometer analog dapat dipasang pada ketinggian yang bervariasi, mulai dari 1-10 meter.
  • Dengan menggunakan anemometer analog, anda dapat mengetahui kecepatan angin perhariny

Kekurangan Anemometer Analog

  • Jika dipasang pada ketinggian mencapai 10 meter, maka untuk menghidari kerusakan anemometer tersebut harus dilengkapi dengan anti petir.
  • Anemometer analog harus dipasang secara terpisah, tidak boleh dekat dengan alat-alat atau benda yang dapat jadi penghalang
  • Sebelum pemasangan harus dilakukan perhitungan terlebih dahulu, agar hasil yang didapat maksimal

2. Anemometer digital

Anemometer memiliki ukuran yang kecil, mudah untuk dibawa kemana saja serta dilengkapi dengan layar display untuk menampilkan hasil pengukuran. Cara penggunaan anemometer digital sangat mudah. Terdapat 3 skala pengukuran menggunakan anemometer digital yaitu km/jam, meter/detik dan north.

Sama halnya dengan anemometer analog, anemometer digital juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan anemometer digital

  • Mudah untuk dibawa
  • Hasil pengukuran mudah untuk diamati
  • Cocok digunakan untuk pengukuran sesaat
  • Dilengkapi dengan skala beaufort

Kekurangan anemometer digital

  • Penggunaanya terbatas untuk mengukur kecepatan angin saja
  • Hanya mampu mengukur kecepatan angin sesaat.

Baca : Tips Jitu Mengatasi Kesulitan Tidur atau Insomnia Ala Widya Herma

Setelah mengetahui perbandingan keduanya, teman – teman dapat memilih anemometer yang sesuai dengan kebutuhan. Saat ini anemometer dapat dibeli di berbagai perlengkapan alat ukur jual anemometer. Namun ingat untuk lebih selektif dalam membelinya ya.

Hi I'm Widya Herma. An Indonesian Blogger based in Bandung. I love being myself. I blog about lifestyle, tips, how-to, techno, beauty, food, travel, daily life and many more. Kindly contact me by e-mail at contact@widyaherma.com for event invitation, partnership, reviews, endorsement. Thank you :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.