Seorg Gadis ini hanya diberi sebuah janji bahwa dirinya tidak akan pernah bersedih selepas kenangan nya terenggut bersama seorg ayahanda . hanya saja , ketika semua detik itu berdebu seperti kemarau yang menggebu-gebu menyusuri perbatasan waktu.
Seorang Gadis ini tidak pernah menemukan kembali kalimat terindah yang persis di lantunkan oleh seorg ayahandanya . dan tak pernah lagi di temukannya . padahal dalam ingatannya masih teukir jelas sebuah memori.
Kenapa ayah begitu bergegas sekali menghadap waktu ? apa sebuah giliran telah tuhan nyatakan ?
Sungguh , yang maha benar lebih tahu mengapa ayah lebih dulu di banding aku.
Tetapi .. arrggh , sial !
Belum kutunjukan juga sesuatu itu di tanggal 18 november . huhu :”””””(