Lompat ke konten
Performance Marketing

Cara Menghitung ROAS yang Benar (dan Kesalahanku Dulu)

4 menit baca
Ilustrasi cara menghitung ROAS dan ROAS impas.

Last updated:

Cara menghitung ROAS sebenarnya sangat sederhana. Namun, dari pengalamanku, angka ini juga yang paling sering bikin pemilik bisnis salah ambil keputusan. Aku pun dulu pernah mengalaminya.

Di awal mengelola iklan, aku menganggap ROAS tinggi pasti berarti untung. Ternyata, anggapan itu keliru. Karena itu, di artikel ini aku jelaskan cara menghitung ROAS yang benar, lengkap dengan batas ROAS agar bisnis tidak rugi.

Jawaban singkat

ROAS (Return on Ad Spend) dihitung dengan rumus: omzet dari iklan dibagi biaya iklan. Contohnya, biaya iklan Rp1 juta menghasilkan omzet Rp3 juta, berarti ROAS-nya 3. Agar tidak rugi, ROAS harus lebih tinggi dari ROAS impas, yaitu 1 dibagi persentase margin produk.

Apa Itu ROAS?

ROAS adalah singkatan dari Return on Ad Spend. Artinya, berapa omzet yang kamu dapat dari setiap rupiah biaya iklan. Jadi, ROAS 3 berarti setiap Rp1 biaya iklan menghasilkan omzet Rp3.

ROAS adalah salah satu metrik utama dalam performance marketing. Jika kamu belum familiar dengan istilah lain seperti CPA, baca dulu panduan performance marketing untuk UMKM.

Rumus Cara Menghitung ROAS

ROAS = Omzet dari iklan ÷ Biaya iklan

Misalnya, dalam satu bulan kamu menghabiskan Rp1.000.000 untuk iklan. Dari iklan itu, omzet yang masuk sebesar Rp3.000.000. Maka, ROAS-nya adalah 3.000.000 ÷ 1.000.000 = 3.

Sekilas angka ini terlihat bagus. Namun, ROAS belum memberi tahu apakah kamu benar-benar untung.

Kesalahanku Dulu: Mengira ROAS Tinggi Pasti Untung

Dulu, aku sempat senang melihat ROAS di atas 3. Masalahnya, aku lupa menghitung margin produk. Omzet memang besar, tetapi setelah dikurangi modal produk dan biaya iklan, sisa keuntungannya ternyata tipis, bahkan bisa minus.

Dari situ aku belajar satu hal penting. ROAS harus selalu dibandingkan dengan margin. Tanpa itu, angka ROAS hanya terlihat cantik di laporan.

Cara Menghitung ROAS Impas (Break-Even ROAS)

ROAS impas adalah batas ROAS di mana bisnismu tidak untung dan tidak rugi. Rumusnya juga sederhana.

ROAS impas = 1 ÷ Margin kotor (%)

Contohnya, produkmu dijual Rp200.000 dengan modal Rp120.000. Artinya, margin kotornya Rp80.000 atau 40%. Maka, ROAS impasnya adalah 1 ÷ 0,4 = 2,5. Jadi, iklanmu baru untung jika ROAS di atas 2,5.

Margin kotor produkROAS impasArtinya
20%5Butuh ROAS di atas 5 agar untung
30%3,33Butuh ROAS di atas 3,33
40%2,5Butuh ROAS di atas 2,5
50%2Butuh ROAS di atas 2
60%1,67Butuh ROAS di atas 1,67

Dari tabel ini terlihat jelas. ROAS 4 bisa sangat menguntungkan untuk produk bermargin 50%. Sebaliknya, ROAS yang sama justru rugi untuk produk bermargin 20%.

Contoh Perhitungan: ROAS yang Sama, Hasil Berbeda

Produk A – margin 40%Iklan Rp1 juta, omzet Rp3 juta (ROAS 3). Laba kotor Rp1,2 juta dikurangi iklan Rp1 juta. Untung Rp200 ribu.
Produk B – margin 20%Iklan Rp1 juta, omzet Rp4 juta (ROAS 4). Laba kotor Rp800 ribu dikurangi iklan Rp1 juta. Rugi Rp200 ribu.

Menariknya, produk B punya ROAS lebih tinggi, tetapi justru rugi. Inilah alasan aku tidak pernah menilai iklan dari ROAS saja.

ROAS dan ROI, Apa Bedanya?

ROAS hanya membandingkan omzet dengan biaya iklan. Sementara itu, ROI (Return on Investment) menghitung keuntungan bersih setelah semua biaya, termasuk modal produk dan operasional.

AspekROASROI
Yang dihitungOmzet ÷ biaya iklanLaba bersih ÷ total biaya
KegunaanMenilai efektivitas iklanMenilai keuntungan bisnis
KelemahanTidak melihat marginButuh data biaya lebih lengkap

4 Kesalahan Menghitung ROAS yang Sering Aku Temui

  • Tidak membandingkan dengan ROAS impas. Akibatnya, iklan yang rugi tetap dibiarkan berjalan.
  • Hanya memakai angka dari Ads Manager. Pembelian lewat WhatsApp sering tidak tercatat, sehingga ROAS terlihat lebih rendah dari aslinya. Masalah ini aku bahas di artikel iklan CTWA banyak chat tapi sedikit closing.
  • Mencampur omzet organik dengan omzet iklan. Pembeli dari teman atau pelanggan lama ikut terhitung, sehingga ROAS terlihat terlalu tinggi.
  • Menilai ROAS harian. Angka harian naik turun. Karena itu, evaluasi ROAS minimal per minggu.

Langkah Menghitung ROAS dengan Benar

  1. Hitung margin kotor produk. Kurangi harga jual dengan modal produk, lalu bagi dengan harga jual.
  2. Tentukan ROAS impas. Bagi angka 1 dengan margin kotor tersebut.
  3. Kumpulkan omzet yang benar-benar dari iklan. Pisahkan dari omzet organik, dan pastikan closing WhatsApp ikut tercatat.
  4. Hitung ROAS mingguan. Bagi omzet iklan dengan biaya iklan selama tujuh hari.
  5. Bandingkan dan ambil keputusan. Jika ROAS di atas impas, pertahankan atau naikkan budget secara bertahap. Panduannya ada di artikel budget iklan Meta minimal untuk UMKM.

Pertanyaan Seputar ROAS

Bagaimana cara menghitung ROAS?

ROAS dihitung dengan membagi omzet dari iklan dengan biaya iklan. Contohnya, biaya iklan Rp1 juta menghasilkan omzet Rp3 juta, berarti ROAS-nya 3.

Berapa ROAS yang bagus?

ROAS yang bagus adalah ROAS yang lebih tinggi dari ROAS impas produkmu. ROAS impas dihitung dengan rumus 1 dibagi margin kotor. Produk bermargin 40% butuh ROAS di atas 2,5.

Apa bedanya ROAS dan ROI?

ROAS membandingkan omzet dengan biaya iklan saja. Sementara itu, ROI menghitung laba bersih setelah semua biaya, termasuk modal produk dan operasional.

Kenapa ROAS di Ads Manager lebih rendah dari kenyataan?

Biasanya karena pembelian lewat WhatsApp atau transfer manual tidak tercatat oleh Meta. Solusinya, kirim data pembelian kembali ke Meta lewat Conversions API.

Kesimpulan

Cara menghitung ROAS memang mudah, yaitu omzet dibagi biaya iklan. Namun, angka itu baru berarti setelah dibandingkan dengan ROAS impas. Oleh karena itu, hitung margin produkmu dulu, lalu evaluasi ROAS setiap minggu.

Mau tahu iklanmu untung atau rugi? Masukkan data campaign-mu dan dapatkan analisis ROAS, benchmark, serta rekomendasinya.

Analisis Campaign dengan AdSporting
Baca juga

Artikel terkait

Siap onboarding cepat

Mari diskusikan growth bisnis Anda.

Konsultasi awal gratis untuk membahas target, budget, dan channel yang paling masuk akal untuk bisnis Anda.

Chat WhatsApp
Chat WhatsApp