Beberapa waktu lalu, seorang teman bercerita soal ibunya. Sudah beberapa bulan ini sang ibu sering mengeluh susah baca koran, padahal kacamatanya baru diganti tiga bulan lalu. Dikira cuma kurang tidur atau mata lelah karena terlalu lama nonton TV. Tapi lama-lama makin parah, malam hari jadi makin ga jelas tiap baca qur’an, lampu jalanan terasa menyilaukan banget, dan warna-warna mulai kelihatan lebih buram dari biasanya.
Setelah akhirnya periksa ke dokter mata, hasilnya adalah mata katarak.
Reaksi pertama teman saya waktu dengar itu? “Lho, katarak bukannya penyakit orang tua banget?”
Ternyata tidak sesederhana itu.
Katarak Itu Apa Sih Sebenernya?
Kalau kamu belum terlalu familiar, katarak adalah kondisi di mana lensa mata yang tadinya jernih mulai jadi keruh. Bayangin kamera yang lensanya kena sidik jari atau debu, hasilnya ya buram, gak tajam, warnanya aneh.
Nah, lensa mata kita fungsinya persis seperti itu, yakni memfokuskan cahaya supaya bisa ditangkap retina dan kita bisa lihat dengan jelas. Begitu lensanya mulai keruh, otomatis semua yang kita lihat ikut terdampak.
Yang bikin katarak sering terlambat ketahuan adalah karena prosesnya pelan banget. gak ada rasa sakit, gak ada tanda-tanda dramatis. Perlahan-lahan aja sampai suatu titik, penglihatan kita udah jauh berbeda dari dulu tanpa kita sadari.

Siapa yang Berisiko Kena Katarak?
Ini yang sering bikin orang salah paham, katarak bukan cuma “urusan” orang yang sudah sepuh. Memang betul, proses penuaan adalah penyebab paling umum. Protein di dalam lensa mata mulai menggumpal seiring usia, biasanya mulai terasa efeknya di usia 40–50 tahun ke atas.
Tapi ada juga kondisi-kondisi lain yang bisa bikin seseorang lebih cepat kena katarak:
- Punya diabetes, gula darah tinggi yang gak terkontrol lama-lama bisa merusak lensa
- Sering terpapar sinar matahari langsung tanpa kacamata pelindung UV
- Merokok, ternyata rokok bisa bikin lensa mata menguning lebih cepat dari yang kita bayangkan
- Pernah cedera di area mata, sekali pun kejadiannya sudah bertahun-tahun lalu
- Konsumsi obat steroid dalam jangka panjang
- Faktor keturunan, kalau orang tua atau kakek-nenek punya riwayat katarak, kamu lebih perlu waspada
Jadi kalau kamu masih di usia 30-an tapi punya beberapa faktor risiko di atas, bukan berarti kamu aman sepenuhnya.
Tanda-Tanda yang Sering Dianggap Sepele
Nah, ini yang paling penting. Banyak gejala awal katarak yang sering banget diabaikan karena dikira hal biasa. Coba cek, apakah kamu atau orang di sekitarmu pernah mengalami ini:
- Pandangan kabur yang gak kunjung membaik meski sudah pakai kacamata Berbeda dengan rabun jauh atau rabun dekat yang buram hanya di jarak tertentu. Kalau katarak, kabur nya itu merata. Jauh buram, dekat juga buram. Seperti lihat dunia melalui plastik buram.
- Lampu tiba-tiba jadi sangat menyilaukan Kalau kamu tiba-tiba jadi sensitif banget sama cahaya, atau malam hari melihat “lingkaran pelangi” di sekitar lampu jalanan, itu patut dicurigai.
- Sering ganti ukuran kacamata, baru tiga bulan lalu ganti kacamata, eh sekarang sudah gak nyaman lagi. Ini bukan berarti kacamatanya yang jelek, tapi bisa jadi kondisi lensanya yang terus berubah.
- Warna kelihatan lebih kusam atau kekuningan, seperti semua hal tiba-tiba kelihatan seperti foto jadul. Warna putih jadi agak cream, warna-warna cerah terasa lebih pudar.
- Penglihatan ganda di satu mata, Ini memang agak unik, bukan penglihatan ganda karena dua mata, tapi kalau kamu tutup satu mata dan masih ada bayangan dobel, itu salah satu tanda yang perlu diperhatikan.
Lalu Apa yang Bisa Dilakukan?
Hal pertama dan paling penting adalah periksa ke dokter mata. Jangan nunggu sampai penglihatan benar-benar parah baru bertindak. Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, selalu konsultasikan kondisi mata kamu dengan dokter spesialis mata.
Dokter mata akan melakukan beberapa pemeriksaan, mulai dari tes ketajaman penglihatan biasa sampai pemeriksaan yang lebih detail untuk melihat kondisi lensa. Dari situ baru bisa ditentukan seberapa parah kondisinya dan langkah apa yang perlu diambil.
Kalau katarak masih di tahap awal dan belum terlalu mengganggu, dokter mungkin cukup meresepkan kacamata sementara sambil terus dipantau. Tapi kalau sudah cukup parah dan memengaruhi aktivitas sehari-hari, jalan terbaik adalah operasi.
Dengar kata “operasi” mungkin bikin kamu langsung tegang. Tapi tenang, operasi katarak sekarang adalah salah satu prosedur bedah yang paling umum dan paling aman di dunia. Prosesnya cepat, biasanya tidak memerlukan rawat inap, dan tingkat keberhasilannya sangat tinggi.
Metode yang paling sering dipakai sekarang adalah fakoemulsifikasi, lensa keruh dipecah dengan gelombang ultrasonik, lalu dikeluarkan lewat sayatan kecil dan diganti dengan lensa buatan yang disebut IOL. Banyak pasien bilang setelah operasi, dunia terasa seperti di-reset, warna kembali cerah, detail yang tadinya hilang tiba-tiba muncul lagi.
Katarak Bisa Dicegah, Tapi…
Kalau kamu bertanya “apakah bisa dicegah?”, jawabannya, tidak sepenuhnya. Proses penuaan tidak ada yang bisa menghentikan. Tapi kita tetap bisa memperlambat prosesnya dan mengurangi risiko:
- Pakai kacamata hitam ber-UV protection saat keluar di siang hari bolong (ini penting banget buat yang tinggal di Indonesia, negara tropis dengan paparan UV tinggi)
- Berhenti merokok, manfaatnya bukan cuma buat paru-paru, tapi juga mata
- Jaga pola makan dengan asupan antioksidan, vitamin A, C, dan E yang cukup
- Kalau punya diabetes, jaga gula darah tetap terkontrol
- Dan yang paling sering dilupakan: periksa mata secara rutin, minimal setahun sekali
Cerita Ibu Teman Saya, Lanjutannya
Balik ke cerita di awal tadi. Ibu teman saya akhirnya menjalani operasi katarak. Prosesnya lancar, dan sekitar seminggu setelahnya, si ibu sudah bisa baca koran lagi, bahkan tanpa kacamata. Kata teman saya, ibunya nangis pas pertama kali lihat wajahnya dengan jelas setelah sekian lama.
Kadang kita terlalu terbiasa dengan “kurang jelas” sampai lupa seperti apa rasanya benar-benar melihat dengan baik. Jadi kalau ada yang gak beres dengan penglihatan kamu atau orang yang kamu sayangi, jangan tunda-tunda lagi untuk periksa. Mata adalah jendela segalanya, dan mereka layak untuk dijaga dengan serius.
