Menjadi seorang ibu selalu membawa banyak cerita. Kadang manis, kadang juga penuh pertanyaan yang baru kita pahami setelah melewatinya. Aku sendiri adalah ibu dari seorang anak laki-laki bernama Dzikra, yang lahir di tahun 2019. Sekarang usianya sudah 6 tahun. Dzikra adalah anak yang luar biasa, meskipun ia memiliki kondisi Autism Spectrum Disorder (ASD), kemampuan menggambarnya di atas rata-rata anak seusianya.
Dari dia juga aku belajar banyak hal tentang kesabaran, penerimaan, dan arti perjuangan sebagai orang tua. Beberapa waktu terakhir, aku dan suami mulai membicarakan kemungkinan untuk punya anak lagi. Salah satu alasannya sederhana tapi sangat berarti: kami ingin Dzikra punya teman tumbuh, teman bermain, sekaligus keluarga yang akan selalu ada untuknya di masa depan.

Nah, dari situlah aku mulai kembali mengingat masa kehamilan dulu. Apa saja yang kulakukan, makanan apa saja yang kukonsumsi, dan bagaimana aku berusaha memberikan yang terbaik untuk calon bayiku saat itu.
Pengalaman Hamil Pertama: Banyak Nasihat dari Orang Tua
Waktu hamil Dzikra dulu, aku termasuk tipe ibu yang cukup patuh dengan nasihat orang tua. Salah satu yang paling sering dianjurkan adalah minum air kelapa hijau setiap hari. Kata orang tua dan orang-orang di sekitarku, air kelapa bisa membantu:
- memperlancar proses persalinan
- membuat bayi lebih bersih saat lahir
- bahkan katanya bisa membuat kulit bayi lebih cerah
Jujur saja, waktu itu aku tidak terlalu mempertanyakan secara ilmiah. Aku hanya berpikir, “Ya sudah, kalau memang baik kenapa tidak dicoba.” Akhirnya hampir setiap hari aku minum air kelapa hijau selama masa kehamilan. Rasanya segar, dan aku merasa tubuh juga cukup terhidrasi.
Namun setelah Dzikra lahir dan kemudian didiagnosis memiliki kondisi ASD beberapa tahun kemudian, aku sempat bertanya dalam hati: apakah ada sesuatu yang terlewat dari persiapanku dulu? Setelah membaca berbagai referensi kesehatan, ternyata air kelapa memang memiliki beberapa manfaat untuk ibu hamil, meskipun tidak berkaitan langsung dengan kecerdasan bayi atau kondisi perkembangan anak.
Menurut Healthline dan WebMD, air kelapa mengandung elektrolit alami seperti kalium, magnesium, dan natrium yang dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama kehamilan.
Sebuah artikel kesehatan juga menyebutkan bahwa air kelapa dapat membantu:
- menjaga hidrasi tubuh ibu hamil
- mengurangi risiko dehidrasi
- membantu meredakan heartburn atau rasa panas di lambung
- memberikan asupan mineral ringan
Namun penting dipahami bahwa air kelapa bukan faktor yang menentukan perkembangan otak bayi. Kecerdasan janin lebih dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti nutrisi ibu, kesehatan selama kehamilan, serta faktor genetik.
Di titik inilah aku mulai menyadari bahwa mungkin dulu aku terlalu fokus pada “mitos kehamilan”, tapi belum cukup mencari informasi berbasis sains. Karena sekarang kami sedang mempertimbangkan kehamilan berikutnya, aku jadi lebih rajin membaca berbagai sumber mengenai nutrisi kehamilan.
Salah satu artikel yang cukup membuka wawasan bagiku adalah tentang makanan agar bayi cerdas dalam kandungan. Dari situ aku baru tahu bahwa perkembangan otak janin sebenarnya dipengaruhi oleh berbagai nutrisi penting, seperti:
- asam folat
- DHA
- zat besi
- kolin
- protein
- yodium
Nutrisi-nutrisi tersebut berperan dalam pembentukan sistem saraf dan perkembangan otak janin sejak trimester pertama. Jadi bukan hanya soal minum air kelapa atau makan makanan tertentu saja, tetapi bagaimana ibu hamil mendapatkan nutrisi lengkap dan seimbang.
Mengenal Elevit Pregnancy Saat Mencari Persiapan Kehamilan Kedua
Dalam proses mencari informasi tersebut, aku juga menemukan produk elevit pregnancy yang cukup sering direkomendasikan dalam berbagai artikel kesehatan ibu hamil. Produk ini merupakan suplemen prenatal yang dirancang khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penting selama masa persiapan kehamilan hingga kehamilan berlangsung.

Elevit memiliki 2 produk unggulan yang menyesuaikan kondisi ibu hamil. Ada Elevit Multivitamin, Mineral & Trace Element yang dikonsumsi saat persiapan, kehamilan dan masa menyusui. Elevit adalah suplementasi multivitamin/ multimineral untuk mencegah dan memperbaiki defisiensi vitamin dan mineral dalam persiapan kehamilan sesuai rekomendasi dari dokter, selama kehamilan dan masa menyusui.
Serta Elevit Pregnancy yang memberikan dukungan nutrisi untuk kehamilan trimester 2 dan 3. Elevit Pregnancy diformulasikan khusus untuk membantu memenuhi kebutuhan DHA, EPA, multivitamin dan mineral selama masa kehamilan khususnya trimester 2 dan 3.
Yang menarik bagiku adalah kandungan Metafolin® dalam Elevit. Metafolin® merupakan bentuk folat aktif yang dapat langsung diserap oleh tubuh ibu untuk membantu mencegah kecacatan janin. Dapat digunakan langsung oleh tubuh, tanpa perlu dimetabolisme oleh enzim di dalam tubuh, serta sudah diakui aman untuk penggunaan dalam makanan, medis, serta suplemen kesehatan.
Aku berharap sekali kandungan ini yang dapat membantu membebaskan pikiranku dari rasa takut akan melahirkan anak kedua dalam kondisi ASD kembali, kondisi yang tidak hanya menyulitkan bagi orangtua, juga menyulitkan bagi pertumbuhan anak dari dini bahkan sampai mereka dewasa.
Belajar dari Pengalaman Hamil Dzikra
Sebagai ibu dari Dzikra, aku tidak pernah menyesali perjalanan yang kami lalui. Justru dari dialah aku belajar banyak tentang parenting, empati, dan menerima kehidupan apa adanya. Namun kalau aku diberi kesempatan untuk menjalani kehamilan lagi, tentu aku ingin lebih siap secara informasi dan nutrisi.
Bukan karena ingin menghindari kondisi tertentu semata, tetapi karena aku ingin memberikan fondasi kesehatan terbaik untuk calon anakku nanti. Dan yang lebih penting lagi, aku ingin memberikan Dzikra adik yang bisa menjadi temannya tumbuh, seseorang yang akan berjalan bersamanya dalam kehidupan.
Pengalaman hamil pertama mengajarkanku bahwa nasihat orang tua memang berharga, tetapi di era sekarang kita juga perlu melengkapinya dengan informasi kesehatan yang berbasis penelitian.
Minum air kelapa setiap hari memang menyegarkan dan memiliki manfaat hidrasi bagi ibu hamil. Namun untuk mendukung perkembangan janin secara optimal, kita juga perlu memperhatikan nutrisi penting yang berperan dalam perkembangan otak dan tubuh bayi.
Perjalanan menjadi ibu selalu penuh belajar. Dan aku percaya, setiap ibu pasti ingin melakukan yang terbaik untuk anaknya. Termasuk aku, untuk Dzikra dan mungkin juga untuk calon adiknya nanti.