Terakhir diperbarui:
Retargeting Facebook Ads adalah cara menampilkan iklan lagi kepada orang yang sudah pernah berinteraksi dengan bisnismu. Misalnya, mereka sudah mengunjungi website, menonton video, atau mengirim chat, tetapi belum membeli.
Di akun klien, retargeting sering menjadi campaign dengan biaya per hasil paling efisien. Alasannya sederhana. Orang yang sudah kenal bisnismu biasanya lebih mudah diyakinkan daripada orang yang baru pertama kali melihat iklan.
Retargeting Facebook Ads menargetkan ulang orang yang sudah berinteraksi dengan bisnismu, seperti pengunjung website, penonton video, atau pengirim pesan. Caranya dengan membuat custom audience di Meta, lalu menampilkan iklan dengan pesan yang menjawab keraguan mereka.
Kenapa Retargeting Penting?
Sebagian besar orang tidak langsung membeli saat pertama kali melihat iklan. Mereka membandingkan harga, menunggu gajian, atau sekadar lupa. Jadi, retargeting membantu mengingatkan mereka di waktu yang tepat.
Jenis Audiens Retargeting yang Sering Aku Pakai
| Audiens | Sumber data | Contoh pesan |
|---|---|---|
| Pengunjung website | Pixel atau Conversions API | “Masih ingat produk ini? Stok tinggal sedikit.” |
| Penonton video | Interaksi video di Facebook atau Instagram | “Lihat hasil lengkapnya di sini.” |
| Pengirim pesan | Percakapan WhatsApp atau Messenger | “Sudah sempat tanya, yuk lanjutkan pesanannya.” |
| Interaksi profil | Pengunjung atau pemberi interaksi akun Instagram | “Promo khusus untuk followers.” |
| Pembeli lama | Daftar pelanggan | “Produk baru yang cocok untukmu.” |
Cara Membuat Campaign Retargeting
- Pastikan tracking berjalan. Pixel dan Conversions API harus mencatat kunjungan dan pembelian. Untuk closing WhatsApp, baca artikel iklan CTWA.
- Buat custom audience. Pilih sumber data, lalu tentukan durasi, misalnya 7, 14, atau 30 hari terakhir.
- Kecualikan pembeli. Agar budget tidak terbuang untuk orang yang sudah membeli produk yang sama.
- Sesuaikan pesan. Jawab keraguan umum, misalnya harga, ongkir, atau bukti kualitas.
- Atur frekuensi. Pantau agar orang yang sama tidak melihat iklan terlalu sering.
Pesan yang Efektif untuk Iklan Retargeting
Kesalahan Retargeting yang Sering Terjadi
- Audiens terlalu kecil. Iklan sulit tayang dan biaya per tayangan naik.
- Pesan sama dengan iklan pertama. Orang sudah melihatnya, jadi berikan informasi baru.
- Tidak mengecualikan pembeli. Budget terbuang untuk orang yang sudah membeli.
- Frekuensi terlalu tinggi. Iklan terasa mengganggu dan respons menurun.
Saranku: pisahkan budget retargeting dari campaign utama dan ukur hasilnya dengan ROAS. Rumusnya ada di artikel cara menghitung ROAS yang benar.
Contoh Urutan Iklan Retargeting
Agar tidak terasa mengganggu, aku biasanya menyusun iklan retargeting secara berurutan berdasarkan waktu sejak orang berinteraksi.
- Hari 1–3: pengingat produk dengan foto atau video yang jelas.
- Hari 4–7: testimoni asli pelanggan untuk membangun kepercayaan.
- Hari 8–14: jawaban atas keberatan umum, misalnya ongkir, garansi, atau cara bayar.
- Hari 15–30: penawaran terbatas, misalnya bonus atau gratis ongkir dengan batas waktu.
Dengan urutan ini, setiap iklan memberi informasi baru. Akibatnya, calon pembeli tidak bosan melihat pesan yang sama berulang kali.
Selain itu, sesuaikan durasi audiens dengan harga produk. Untuk produk murah, keputusan membeli biasanya cepat, jadi audiens 7–14 hari sudah cukup. Sebaliknya, untuk produk mahal atau jasa, calon pembeli butuh waktu lebih lama untuk mempertimbangkan. Karena itu, audiens 30 hari atau lebih sering memberi hasil yang lebih baik.
Pertanyaan Seputar Retargeting Facebook Ads
Apa itu retargeting Facebook Ads?
Retargeting Facebook Ads adalah strategi menampilkan iklan lagi kepada orang yang sudah berinteraksi dengan bisnis, seperti pengunjung website, penonton video, atau pengirim pesan.
Berapa durasi audiens retargeting yang ideal?
Tergantung siklus pembelian produk. Produk murah biasanya cocok dengan 7–14 hari, sedangkan produk mahal bisa memakai 30 hari atau lebih.
Apakah retargeting bisa dilakukan tanpa website?
Bisa. Kamu bisa memakai audiens dari penonton video, interaksi profil Instagram, atau pengirim pesan WhatsApp dan Messenger.
Kenapa pembeli perlu dikecualikan dari retargeting?
Agar budget tidak terbuang untuk orang yang sudah membeli produk yang sama, kecuali kamu sedang menawarkan produk baru.
Kesimpulan
Retargeting Facebook Ads membantu mengubah orang yang sudah tertarik menjadi pembeli. Karena itu, pastikan tracking berjalan, buat audiens sesuai perilaku, dan berikan pesan baru yang menjawab keraguan mereka.
Mau belajar menyusun campaign retargeting? Pelajari praktiknya langkah demi langkah di kelas iklan online.
Lihat Kelas Iklan Online