Sebagai seorang digital advertiser, hidupku nyaris selalu berjalan cepat. Target harian, laporan performa iklan, klien yang menunggu update, dan notifikasi yang tak pernah benar-benar tidur. Sampai suatu pagi, dunia terasa… berputar. Bukan kiasan. Benar-benar berputar.
Aku duduk di depan laptop, membuka dashboard iklan seperti biasa, lalu tiba-tiba kepalaku terasa ringan, pandangan berputar, dan tubuhku kehilangan keseimbangan. Saat itu aku belum tahu bahwa yang kualami adalah vertigo.
Awalnya aku pikir hanya kelelahan. Kurang tidur. Terlalu lama menatap layar. Alasan klasik para pekerja digital. Tapi sensasi ini berbeda—bukan sekadar pusing. Dunia seperti diputar oleh tangan tak terlihat, dan aku hanya bisa berpegangan pada meja sambil menunggu semuanya berhenti.
Mengenal Vertigo dari Pengalaman Pribadi
Sebagai orang yang terbiasa berpikir data-driven, aku tidak puas hanya dengan asumsi. Aku mulai mencari tahu apa itu vertigo. Dari berbagai referensi medis, vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala gangguan keseimbangan yang membuat seseorang merasa lingkungan sekitarnya berputar atau bergerak.
Salah satu referensi yang membantuku memahami kondisi ini adalah artikel tentang dua jenis vertigo yang menjelaskan perbedaan penyebab dan penanganannya secara jelas dan mudah dipahami. Dari sana aku mulai sadar: ini bukan hal sepele yang bisa diabaikan sambil minum kopi dan lanjut kerja.
Dua Jenis Vertigo yang Perlu Diketahui
Sebagai advertiser, aku terbiasa membagi masalah menjadi kategori agar lebih mudah ditangani. Begitu juga dengan vertigo.
1. Vertigo Perifer
Jenis ini berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian dalam, yang berperan penting dalam sistem keseimbangan tubuh. Biasanya ditandai dengan:
- Sensasi berputar yang sangat kuat
- Mual dan muntah
- Gangguan keseimbangan saat berdiri atau berjalan
2. Vertigo Sentral
Vertigo ini berkaitan dengan gangguan pada otak, khususnya sistem saraf pusat. Di sinilah aku mulai benar-benar waspada, karena penyebabnya bisa lebih serius dan membutuhkan penanganan dari dokter spesialis neurologi.

Kenapa Digital Worker Rentan Mengalami Vertigo?
Di dunia digital advertising, kami terbiasa:
- Duduk lama di depan layar
- Kurang istirahat
- Stres karena target performa
- Multitasking berlebihan
Tanpa sadar, gaya hidup ini memberi tekanan besar pada sistem saraf. Aku sendiri sering mengabaikan sinyal tubuh demi mengejar deadline. Sampai akhirnya tubuh “memaksa berhenti” lewat vertigo.
Ironisnya, aku biasa mengoptimalkan iklan agar performanya stabil, tapi lupa mengoptimalkan tubuh sendiri.
Kapan Harus ke Dokter Spesialis Neurologi?
Pengalaman vertigo pertamaku masih bisa kuatasi dengan istirahat. Tapi ketika kejadian ini mulai berulang, aku sadar ini bukan lagi soal lelah biasa.
Aku mulai mencari informasi tentang dokter spesialis neurologi, karena vertigo—terutama yang berulang—bisa berkaitan dengan sistem saraf.
Beberapa tanda yang menurutku tidak boleh diabaikan:
- Vertigo datang tiba-tiba tanpa pemicu jelas
- Disertai gangguan bicara atau penglihatan
- Tubuh terasa lemah di satu sisi
- Sering kambuh dan makin berat
Di titik ini, konsultasi dengan dokter spesialis neurologi bukan pilihan, tapi kebutuhan.

RS EMC sebagai Referensi Konsultasi Saraf
Sebagai seseorang yang terbiasa menganalisis kredibilitas brand dan layanan, aku juga selektif dalam memilih rumah sakit. Dalam proses mencari referensi, RS EMC muncul sebagai salah satu rumah sakit yang fokus pada penanganan penyakit saraf dengan pendekatan medis yang komprehensif.
Bukan hanya soal fasilitas, tapi juga:
- Akses ke dokter spesialis neurologi
- Pemeriksaan yang terstruktur
- Edukasi pasien yang jelas
Bagi orang sepertiku yang terbiasa bekerja dengan kejelasan data dan proses, pendekatan seperti ini memberi rasa aman.
Pelajaran Penting dari Vertigo
Vertigo mengajarkanku satu hal penting: tubuh bukan mesin iklan yang bisa dipaksa terus berjalan tanpa maintenance.
Sekarang aku lebih sadar untuk:
- Mengatur jam kerja
- Memberi jeda dari layar
- Tidak menunda konsultasi medis
- Mendengarkan sinyal tubuh
Sebagai digital advertiser, performa adalah segalanya. Tapi performa terbaik tidak akan tercapai jika kesehatan diabaikan.
Dunia Boleh Berputar, Tapi Kita Harus Tetap Seimbang
Vertigo mungkin datang tanpa undangan, bahkan di tengah karier yang sedang naik. Tapi dengan pemahaman yang tepat, referensi medis yang valid, dan dukungan dari tenaga profesional seperti dokter spesialis neurologi, kondisi ini bisa ditangani dengan lebih bijak.
Bagi siapa pun yang sedang sibuk mengejar target, jangan tunggu dunia benar-benar berputar baru berhenti sejenak. Karena kadang, langkah paling strategis bukan optimasi iklan—melainkan merawat diri sendiri.
Dan percaya padaku, tidak ada campaign yang worth it jika harus dibayar dengan kesehatan.
