Sejenak mengenang masa lalu sulit yang pernah saya alami belasan tahun yang lalu, kala itu dengan modal seadanya saya dan ibu saya memutuskan untuk berjualan gorengan, karena kami menyadari bahwa modal kami hanya untuk berjualan gorengan. Pernah, kami juga meminta bantuan berupa pinjaman modal pada bank, namun tak bisa kami lakukan karena bisnis yang kami jalankan baru seumur jagung, ditambah lagi adanya berbagai macam dokumen usaha yang perlu dilengkapi, sungguh membuat saya dan ibu saya, hanya bisa mengelus dada karena sadar tidak mampu memenuhinya.

Meski kejadian tersebut terlalu berlalu dan terkubur begitu dalam, dalam ingatan. Saya sangat paham bagaimana rasanya memulai sesuatu, menjalankan sesuatu serta mempertahankanya. Hal itu tentunya membutuhkan lebih dari sekedar tekad, tapi juga modal dalam bentuk materil, maka dari itu saya sangat mendukung program pembiayaan PIP UMi. Jadi, apa itu PIP UMi?

Yap, Selama ini tidak banyak orang yang tahu, bahwa pemerintah juga turut andil dalam mengatasi berbagai kisah pilu para pejuang nafkah yang kesulitan dalam permodalan. Maka tak heran bila PIP atau Pusat Investasi Pemerintah menghadirkan programnya yang begitu luar biasa, yang diberinama pembiayaan UMi (Ultra Mikro), bantuan sosial yang segmennya adalah para pelaku usaha ultra mikro.

Tidak seperti pembiayaan lain yang penyalurannya melalui bank atau bahkan jaman sekarang pembiayaan itu disalurkan melalui e-wallet, Pembiayaan UMi justru memiliki dua metode penyaluran, diantaranya:

  • Metode langsung : pihak penyalur ke debitur
  • Metode tidak langsung : disalurkan melalui LKBB (Lembaga Keuangan Bukan Bank) seperti PT. Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura dan PT Permodalan Nasional Madani ( Persero ) atau PNM.

Kabar baiknya 17,89 trilliun sudah disalurkan kepada penerima bantuan yang jumlah mencapai 5,3 juta debitur di tahun 2021 lalu yang mencakup 503kota/kabupaten dari 514 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Sungguh luar biasa kan?

Tujuan Pinjaman Ultra Mikro (UMi)

  • Menyediakan pembiayaan yang mudah dan cepat, khususnya untuk para pebisnis yang belum memiliki rekening bank, pasalnya memang tidak semua orang mendapatkan akses bank
  • Meningkatkan jumlah pelaku usaha yang mendapatkan pembiayaan
  • Mendorong kemandirian pelaku usaha penerima bantuan sosial, kedepannya, diharapkan para pelaku usaha akan naik level sehingga tidak lagi menjadi bantuan sosial karena bisa mandiri

Syarat Mengajukan Pinjaman Ultra Mikro

  • WNI yang menjalankan Usaha Ultra Mikro produktif (bisnisnya sedang berlangsung)
  • Memiliki NIK (KTP elektronik).
  • Tidak sedang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Keunggulan Pinjaman Ultra Mikro

  • Memiliki keleluasaan untuk melakukan pinjaman maksimum Rp20 juta per orang.
  • Dilengkapi pendampingan dari instansi terkait, dimana pendampingan terdiri dari bantuan pemberdayaan seperti cara promosi, pemilihan lokasi usaha, pelatihan dsb
  • Suku bunga lebih rendah, karena mendapatkan subsidi dari pemerintah

https://youtu.be/2eKmjRntfho

Kisah Pilu yang Teratasi Berkat Pembiayaan PIP UMi

Ratusan bahkan ribuan pejuang nafkah diluar sana, banyak yang akhirnya terbantu karena adanya pembiayaan PIP UMi, beberapa diantaranya saat ini berhasil survive di masa pandemi seperti saat ini. Saya pribadi menjadi sangat terenyuh dengan banyaknya kesan yang diberikan pasca menerima bantuan dari PIP UMi.

Baca: Tips Bisnis Jual Merchandise Piala Dunia 2018 yang Mudah Tetapi Untung Besar

  • Kisah Ibu Yuyun, Berbagi Tulang Punggung dengan Suami

Ibu Yuyun tentunya menjadi kebanyakan potret seorang ibu yang juga menjadi tulang punggung keluarga, bu Yuyun tentunya bukan satu-satunya ibu yang berjuang demi memenuhi kebutuhan keluarga ditengah ketidakpastian hidup. Beliau memiliki suami yang bekerja serabutan, dimana pekerjaan tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup secara menyeluruh.

Untuk itu, bu Yuyun berinisiatif dengan menjual kepala ayam, ati ayam, ceker ayam, ikan mujair dan ikan imas mentah secara online via whatsapp. Meski sempat terkendala modal, saat harus memperluas jangkauan bisnisnya, namun berkat pembiayaan PIP UMi, bisnis jual ikan dan ayam bu Yuyun berjalan lancar, kini beliau bisa mandiri secara bisnis, bahkan pinjaman modal dari PIP UMi, bisa diputar kembali untuk menghasilkan produk baru seperti olahan ikan dan ayam.

  • Kisah Ibu Khadijah, Berhasil Menjual 300 Bungkus Per Hari Berkat PIP UMi

PIP UMi kini berhasil menorehkan senyum yang indah di wajah ibu Khadijah, pasalnya beliau berhasil melebarkan sayap bisnis nasi uduk yang dijalankannya, pasca memanfaatkan pinjaman modal dari PIP UMi. Meski sebelumnya bu Khadijah dihantui kegamangan yang nyata karena gagal menjalankan bisnis sayuran mentahnya, namun hadirnya PIP UMi seolah memberikan gambaran nyata bahwa setiap orang selalu punya kesempatan untuk berusaha. Terbukti meski nasi uduk bukanlah bisnis pertama dari ibu Khadijah, namun kini bu Khadijah bisa tersenyum sumringah berkat kegigihan yang disertai dukungan dari PIP UMi.

Dari sekian banyak kisah, dua kisah diatas cukup mewakili bagaimana pembiayaan PIP UMi, mampu menjadi pahlawan nyata dalam mengatasi berbagai kisah pilu yang terjadi di Indonesia. Semoga kehadiran PIP UMi, akan selalu menjadi solusi nyata bagi kita semua. Kedepannya, Saya berharap akan ada terobosan baru lainnya dari PIP UMi.

#PIPUMi #UMiUntukNegeri